Menu
Close
    WartaDermayu

    Pengupas Fakta dan Peristiwa

    Dorong Konsumsi Ikan Lokal, Sektor Perikanan RI Fokus pada Keberlanjutan

    Smallest Font
    Largest Font

    Pengembangan industri perikanan Indonesia kini tidak lagi hanya bertumpu pada besarnya hasil laut maupun target pasar ekspor semata. Saat ini, terdapat urgensi untuk meningkatkan konsumsi produk perikanan di dalam negeri serta menerapkan metode penangkapan yang lebih bertanggung jawab sebagai langkah krusial dalam menjaga keberlanjutan sektor kelautan nasional.

    Indonesia sejatinya memiliki kekayaan potensi perikanan yang sangat melimpah, dengan komoditas tuna yang menjadi primadona di pasar global. Meski demikian, kekayaan tersebut harus dibarengi dengan peningkatan literasi masyarakat untuk lebih gemar mengonsumsi produk lokal serta lebih teliti dalam memperhatikan asal-usul ikan yang mereka beli.

    Peran Strategis Nelayan Skala Kecil

    Dalam ekosistem rantai pasok nasional, peran nelayan skala kecil memegang posisi yang sangat sentral. Mengacu pada laporan kajian State of the Sea: Indonesia (2018), tercatat sekitar 97 persen armada penangkapan ikan di Tanah Air merupakan kapal dengan kapasitas maksimal 10 gross tonnage (GT).

    Kapal-kapal berukuran kecil ini merupakan tulang punggung bagi sektor perikanan tangkap nasional. Dengan mengandalkan armada yang sederhana, para nelayan setiap hari berupaya menjangkau wilayah pesisir untuk menangkap ikan segar yang kemudian didistribusikan guna memenuhi kebutuhan protein masyarakat di berbagai daerah.

    Di tengah kontribusi besar yang diberikan oleh nelayan kecil, penguatan dipandang mampu membuka peluang ekonomi yang jauh lebih luas. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku industri maupun komunitas nelayan di seluruh penjuru negeri.

    Optimalisasi Potensi Tuna untuk Negeri

    Tuna tercatat sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memiliki prospek cerah di kancah internasional. Nilai ekspor tuna Indonesia bahkan telah berhasil menembus angka lebih dari US$1 miliar pada tahun 2025. Besarnya nilai perdagangan tersebut menegaskan posisi tuna sebagai komoditas strategis dalam industri perikanan nasional.

    Kendati demikian, pengembangan pasar tidak boleh hanya berorientasi pada ekspor. Peningkatan konsumsi masyarakat di dalam negeri menjadi hal yang tak kalah penting. Penguatan pasar domestik diyakini berpotensi memperluas jangkauan produk perikanan, memacu inovasi pada produk olahan, serta menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi para pelaku industri dan nelayan.

    Tuna pun perlu terus dipromosikan sebagai salah satu sumber protein hewani utama bagi masyarakat Indonesia. Kekayaan laut yang melimpah diharapkan tidak hanya menjadi komoditas untuk perdagangan internasional, tetapi juga dapat dinikmati secara lebih luas oleh masyarakat lokal.

    Kandungan Gizi dan Pola Makan Sehat

    Secara nutrisi, tuna memiliki potensi yang sangat baik sebagai sumber protein hewani. Berdasarkan data dari Tabel Komposisi Pangan Segar Indonesia yang diterbitkan oleh Badan Pangan Nasional, kandungan protein dalam ikan tuna mencapai sekitar 25,76 gram per 100 gram bahan pangan.

    Angka kandungan nutrisi tersebut menjadikan tuna sebagai alternatif yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan protein harian keluarga. Oleh sebab itu, masyarakat terus didorong untuk mulai membiasakan konsumsi ikan lokal, termasuk tuna, sebagai bagian integral dari pola makan sehat sehari-hari guna mendukung ketahanan pangan nasional.

    Follow wartadermayu.comAdd to preferred sources on Google
    Editors Team
    Gilang Permana

    Most viewed