Menu
Close
    WartaDermayu

    Pengupas Fakta dan Peristiwa

    Perbandingan Biaya Kepemilikan Honda ICON e: vs BeAT dalam 5 Tahun

    Smallest Font
    Largest Font

    Penggunaan sepeda motor listrik kian diminati masyarakat sebagai solusi transportasi sehari-hari yang lebih efisien. Salah satu motivasi utama konsumen beralih ke kendaraan listrik adalah keinginan untuk menekan pengeluaran energi dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Namun, muncul pertanyaan mendasar: apakah efisiensi biaya tersebut cukup signifikan untuk menjadikan motor listrik lebih ekonomis setelah pemakaian jangka panjang selama lima tahun?

    Sebagai bahan perbandingan, kita dapat meninjau dan Honda BeAT yang merepresentasikan skuter untuk mobilitas di wilayah perkotaan. Keduanya memiliki perbedaan mendasar pada sektor penggerak; Honda BeAT mengandalkan mesin bensin berkapasitas 110 cc, sementara ICON e: menggunakan motor listrik yang didukung oleh baterai lithium-ion.

    Perbandingan Harga Awal

    Berdasarkan data harga per 7 November 2026 untuk wilayah Jakarta, Honda BeAT tipe CBS dijual dengan harga Rp19,38 juta. Di sisi lain, Honda ICON e: dipasarkan dengan harga on the road (OTR) Jakarta dan Tangerang sebesar Rp28 juta. Terdapat selisih harga pembelian awal yang cukup mencolok, di mana konsumen harus merogoh kocek Rp8,62 juta lebih banyak untuk memiliki unit motor listrik tersebut.

    Analisis Konsumsi Energi

    Faktor penentu berikutnya adalah biaya energi. Honda BeAT diklaim memiliki konsumsi bahan bakar mencapai 60,6 kilometer per liter hasil pengujian laboratorium. Sementara itu, ICON e: membutuhkan konsumsi listrik sekitar 28 Wh per kilometer berdasarkan estimasi EVdata, dengan jarak tempuh maksimal 53 kilometer dalam kondisi baterai penuh.

    Jika mengacu pada harga Pertalite sebesar Rp10.000 per liter di Jakarta, biaya yang diperlukan Honda BeAT untuk menempuh jarak 100 kilometer adalah sekitar Rp16.502. Sebaliknya, ICON e: memerlukan sekitar 2,8 kWh untuk menempuh jarak yang sama. Dengan tarif listrik rumah tangga 1.300 VA sebesar Rp1.444,70 per kWh serta memperhitungkan pajak penerangan jalan DKI Jakarta, biaya pengisian daya listrik untuk jarak tersebut hanya sekitar Rp4.142.

    Proyeksi Biaya Tahunan

    Perbedaan biaya operasional ini semakin nyata saat dihitung dalam skala tahunan. Dengan asumsi jarak tempuh sejauh 15.000 kilometer setiap tahun, pemilik Honda BeAT diperkirakan menghabiskan sekitar Rp2,48 juta untuk pembelian Pertalite. Di sisi lain, pengguna ICON e: hanya perlu mengeluarkan sekitar Rp621 ribu untuk kebutuhan listrik, yang berarti terdapat potensi penghematan biaya energi hingga Rp1,86 juta per tahun.

    Akumulasi Lima Tahun

    Dalam kurun waktu lima tahun dengan total jarak tempuh mencapai 75.000 kilometer, akumulasi biaya bensin untuk Honda BeAT diperkirakan menyentuh angka Rp12,38 juta. Sementara itu, biaya pengisian listrik untuk Honda ICON e: diproyeksikan hanya sebesar Rp3,11 juta. Dengan demikian, terdapat selisih pengeluaran energi antara kedua motor tersebut mencapai sekitar Rp9,27 juta.

    Meskipun demikian, penghematan energi tersebut tidak serta-merta membuat ICON e: jauh lebih murah secara keseluruhan. Mengingat harga beli awal yang lebih tinggi sebesar Rp8,62 juta dibandingkan BeAT CBS, jika dikalkulasikan antara harga beli dan biaya energi selama lima tahun, keunggulan biaya operasional ICON e: diperkirakan hanya berada di angka sekitar Rp650 ribu.

    Follow wartadermayu.comAdd to preferred sources on Google
    Editors Team
    Kirana Larasati

    Most viewed