Jasa Marga dan BPS Jalin Kerja Sama Strategis Analisis Data Transportasi
PT Jasa Marga (Persero) Tbk resmi menjalin kemitraan strategis dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Kerja sama ini ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (6/11/2026).
Sinergi antara kedua instansi ini difokuskan pada penguatan integrasi serta pertukaran data statistik. Langkah tersebut diambil untuk mendukung berbagai aspek penting, mulai dari analisis bisnis, pengembangan sistem informasi, hingga pendalaman pemahaman mengenai kontribusi sektor transportasi terhadap perekonomian nasional.
Aspek Strategis Kerjasama
Prosesi penandatanganan dokumen kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, bersama dengan Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti. Pihak Jasa Marga menekankan bahwa ketersediaan data yang akurat, terintegrasi, serta mutakhir merupakan elemen krusial bagi perusahaan dalam menentukan arah kebijakan.
Melalui kolaborasi ini, Jasa Marga berupaya mengoptimalkan pemanfaatan data statistik untuk membedah dinamika ekonomi dan transportasi. Hal ini mencakup kaitan antara operasional jalan tol dengan aktivitas logistik serta pola mobilitas masyarakat secara luas.
Rivan A. Purwantono menuturkan, "Kolaborasi dengan BPS menjadi langkah strategis bagi Jasa Marga untuk memperkuat pengambilan keputusan berbasis data. Informasi statistik yang akurat dan terintegrasi dapat membantu kami memahami perkembangan ekonomi wilayah, pergerakan sektor transportasi, serta keterkaitannya dengan aktivitas logistik dan operasional jalan tol. Dengan demikian, data yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung perencanaan dan creating trafic untuk meningkatkan jumlah transaksi di jalan tol."
Pengembangan Teknologi Data
Dalam implementasinya, kedua institusi sepakat untuk mengembangkan mekanisme integrasi serta pertukaran data melalui Application Programming Interface (API) dengan memanfaatkan platform yang dimiliki masing-masing pihak. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pengembangan sistem integrasi data serta pemantauan dan evaluasi bersama secara berkala guna memastikan keberlanjutan proses pertukaran data.
Rivan menambahkan bahwa integrasi data statistik BPS akan memperkaya analisis lalu lintas di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC). Pihaknya berharap langkah ini mampu meningkatkan kapabilitas data intelligence perusahaan.
"Melalui kolaborasi ini, kami juga berharap analisis data lalu lintas di JMTC dapat diperkaya dengan data statistik BPS untuk memahami pola mobilitas masyarakat dan pergerakan barang serta keterkaitannya dengan aktivitas ekonomi wilayah. Hasil analisis tersebut akan menjadi masukan bagi Jasa Marga dalam meningkatkan akurasi prediksi lalu lintas, merencanakan kesiapan operasional jalan tol, serta mengembangkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna jalan," ujar Rivan.
Potensi Data Jalan Tol
Menanggapi kerja sama ini, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa di tengah era kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan big data, informasi lalu lintas jalan tol yang dihimpun Jasa Marga setiap hari memiliki nilai strategis. Data tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat kualitas data statistik, terutama dalam mengukur aktivitas sektor transportasi dan kontribusinya terhadap ekonomi nasional secara lebih presisi.

















