Oposisi Israel Dorong Gadi Eisenkot Gantikan Netanyahu
Partai-partai yang tergabung dalam oposisi Israel telah mencapai kesepakatan untuk mengusung pemimpin Partai Yashar, Gadi Eisenkot, sebagai sosok yang akan diajukan kepada Presiden Isaac Herzog. Langkah ini diambil guna memberikan kesempatan bagi Eisenkot untuk membentuk pemerintahan baru di Israel.
Rencana penyerahan usulan tersebut dijadwalkan berlangsung dalam serangkaian pertemuan dengan Presiden Herzog yang akan dilaksanakan pada Rabu (4/11) dan Kamis (5/11). Upaya konsolidasi ini menjadi krusial di tengah ketidakpastian politik pascapemilu parlemen.
Dukungan Lintas Partai
Partai The Democrats, yang dipimpin oleh Yair Golan, secara resmi menyatakan dukungannya kepada Eisenkot pada Senin (2/11). Pernyataan tersebut disiarkan melalui lembaga penyiaran publik KAN. Dukungan dari The Democrats ini menyusul langkah serupa yang telah diambil oleh Partai Together pimpinan mantan Perdana Menteri Naftali Bennett pada Minggu, serta Partai Yisrael Beiteinu pimpinan Avigdor Lieberman pada Senin.
Selain partai-partai tersebut, laporan dari Anadolu mengindikasikan bahwa dua partai Arab, yakni Joint List yang merupakan aliansi tiga partai Arab pimpinan Yousef Jabareen dan United Arab List yang dipimpin Mansour Abbas, diperkirakan akan memberikan rekomendasi yang sama.
Proyeksi Kekuatan di Knesset
Jika seluruh partai oposisi dan fraksi Arab memberikan dukungan penuh kepada Eisenkot, ia berpeluang mendapatkan rekomendasi dari 67 anggota parlemen di Knesset yang memiliki total 120 kursi. Jumlah tersebut secara signifikan lebih besar dibandingkan dukungan yang saat ini dikantongi oleh blok Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang hanya mencakup 53 kursi.
Sebelumnya, Lieberman telah menegaskan posisinya terkait pembentukan pemerintahan. Ia menyatakan tidak akan bergabung dengan koalisi yang dipimpin Netanyahu maupun mendukung pemerintahan minoritas setelah pemilu parlemen pekan lalu gagal menghasilkan pemenang mayoritas.
Sikap Tegas Lieberman
Dalam konferensi pers yang digelar di Modi'in, Israel bagian tengah, pada Senin (2/11), Lieberman menyatakan bahwa Partai Yisrael Beiteinu akan mengusulkan Eisenkot sebagai perdana menteri dan mendukung Yair Lapid untuk menjabat sebagai Ketua Knesset, sebagaimana dilaporkan The Jerusalem Post.
"Saya tidak akan duduk dalam pemerintahan bersama Netanyahu," ujar Lieberman. Ia juga menegaskan penolakannya terhadap skenario pembentukan pemerintahan minoritas. Menurut pandangannya, pemerintahan minoritas memiliki risiko tinggi untuk tumbang dalam kurun waktu satu tahun, yang justru dapat membuka celah bagi Netanyahu untuk kembali berkuasa.
Lieberman juga mengakui bahwa perolehan suara partai-partai oposisi dalam pemilu kali ini berada jauh di bawah ekspektasi mereka. "Oposisi mengalami kekalahan telak dalam pemilu. Perolehan 48 kursi jauh di bawah ekspektasi kami," ungkapnya. Ia bahkan menilai bahwa Eisenkot beserta timnya memikul tanggung jawab atas hasil kurang memuaskan tersebut.
Sebagai langkah konkret, Lieberman mengumumkan dukungan partainya terhadap pencalonan Yair Lapid sebagai Ketua Knesset saat parlemen hasil pemilu mulai bersidang pada 10 November mendatang. "Kami akan mendukung pencalonan Yair Lapid sebagai Ketua Knesset," tegasnya.

















