Liga Arab Kecam Serangan Rudal Houthi yang Sasar Wilayah Madinah
Wilayah Madinah, Arab Saudi, diduga menjadi target serangan rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok gerilyawan Houthi dari Yaman. Menanggapi insiden tersebut, Liga Arab mengeluarkan kecaman keras atas tindakan milisi tersebut. Mereka menilai serangan ini merupakan eskalasi berbahaya sekaligus pelanggaran yang tidak dapat ditoleransi terhadap kedaulatan, keamanan, serta integritas wilayah Kerajaan Arab Saudi.
Penghinaan bagi Umat Islam
Pihak Liga Arab secara tegas menyatakan bahwa aksi penargetan terhadap Madinah merupakan sebuah penghinaan serius bagi perasaan umat Islam di seluruh penjuru dunia. Menurut mereka, serangan yang berulang kali terjadi semacam ini berpotensi meningkatkan ketegangan di tingkat regional.
Lebih lanjut, koalisi negara-negara Arab tersebut memperingatkan bahwa serangan ini secara langsung mengancam perdamaian serta stabilitas kawasan. Selain itu, tindakan tersebut dinilai dapat merusak berbagai upaya diplomatik yang sedang diusahakan guna meredam eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Dukungan Penuh untuk Saudi
Dalam pernyataannya, Liga Arab menegaskan kembali komitmen solidaritas serta memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Arab Saudi. Dukungan ini mencakup segala langkah sah yang ditempuh oleh otoritas Saudi dalam menjaga keamanan nasional, mempertahankan integritas wilayah, serta melindungi warga negara maupun penduduk dari ancaman luar.
Selain insiden yang menyasar Madinah, Houthi diketahui terus melancarkan serangan ke wilayah Arab bagian selatan sepanjang pekan ini. Kelompok Houthi atau yang juga dikenal dengan nama Ansar Allah Yaman, pada Rabu (4/11), mengeklaim telah berhasil melakukan tiga operasi serangan terhadap target-target militer di Arab Saudi bagian selatan.
Klaim Operasi Militer Houthi
Terkait serangkaian serangan tersebut, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, memberikan keterangan kepada penyiar Al Masirah mengenai detail operasi yang mereka jalankan. Ia mengungkapkan rincian dari tiga operasi yang diklaim berhasil mengenai target yang ditentukan.
"Angkatan bersenjata kami berhasil melancarkan tiga operasi militer. Dalam operasi pertama, sebuah pesawat nirawak (drone) menghantam stasiun radar di semenanjung Al Qahma di sebelah utara Jizan. Serangan tepat mengenai sasaran," kata Yahya Saree kepada penyiar Al Masirah.
Yahya Saree kemudian menjelaskan mengenai dua operasi lanjutan yang dilakukan kelompoknya. Operasi kedua ditujukan ke kamp militer Aqifa di Najran dengan menggunakan rudal balistik. Sementara untuk operasi ketiga, serangan rudal balistik diarahkan ke pos komando penjaga perbatasan di Jizan, yang terletak sangat dekat dengan perbatasan antara Arab Saudi dan Yaman.
Peningkatan Kewaspadaan
Sebelumnya, otoritas Arab Saudi telah mengambil langkah preventif dengan mengaktifkan peringatan darurat di sejumlah kota besar. Langkah ini diambil pada Senin (2/11) sebagai respons atas situasi keamanan yang memanas di wilayah barat daya, termasuk kota Abha, Khamis Mushait, serta Taif di bagian barat Arab Saudi.

















