Menu
Close
    WartaDermayu

    Pengupas Fakta dan Peristiwa

    Harga Tepung Tapioka Melambung, Pelaku UMKM di Indramayu Tercekik

    Smallest Font
    Largest Font

    Kenaikan harga tepung tapioka saat ini mulai memberikan beban berat bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadikan komoditas tersebut sebagai bahan baku utama dalam produksi mereka. Di tengah meningkatnya biaya operasional, para pengusaha dihadapkan pada pilihan sulit: menaikkan harga jual produk di pasaran atau tetap mempertahankan harga lama meski harus menanggung margin keuntungan yang semakin menipis.

    Ketergantungan Bahan Baku

    Tepung tapioka telah menjadi komponen esensial dalam berbagai jenis makanan, mulai dari kerupuk, cilok, camilan tradisional, hingga beragam jajanan pasar. Bagi pelaku usaha yang sangat bergantung pada bahan ini, fluktuasi harga yang terjadi secara langsung berdampak pada struktur biaya produksi mereka secara keseluruhan.

    Reno, salah satu pelaku kuliner olahan tapioka di Indramayu, mengaku mengalami kesulitan besar dalam beradaptasi dengan perubahan harga yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, takaran tepung dalam produk tidak bisa sembarangan dikurangi karena hal tersebut akan berisiko menurunkan kualitas rasa dan tekstur produk yang selama ini dijual kepada pelanggan.

    Dilema Usaha Kecil

    Dalam keterangannya di rumah produksinya pada Minggu (8/11/2026), Reno mengungkapkan keresahannya. "Harga tepung tapioka naik terus dalam beberapa pekan terakhir. Ini sangat memukul kami. Kalau harga jual produk ikut dinaikkan, kami takut konsumen akan kabur. Tapi kalau harga tetap, kami tekor karena biaya produksi sudah tidak menutup lagi. Kami seperti makan buah simalakama," ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa jika tren kenaikan harga ini terus berlanjut tanpa ada kendali, usahanya terpaksa harus mengambil langkah efisiensi berupa pengurangan jumlah produksi. Bahkan, pengurangan tenaga kerja kini menjadi opsi terakhir yang mungkin harus diambil jika biaya operasional sudah tidak lagi mampu ditanggung oleh pendapatan usaha.

    Tantangan Tenaga Kerja

    Situasi pelik yang dihadapi Reno merupakan cerminan nyata bagaimana kenaikan harga bahan baku dapat merambat hingga ke persoalan stabilitas tenaga kerja. Bagi usaha berskala kecil, ruang untuk menekan biaya produksi memang relatif terbatas, sementara menaikkan harga jual juga membawa risiko besar terhadap daya beli pelanggan yang sensitif terhadap perubahan harga.

    Lebih lanjut, Reno berharap pemerintah dan instansi terkait dapat segera memberikan perhatian khusus terhadap gejolak harga bahan baku yang kian tidak menentu. Baginya, kepastian pasokan serta stabilitas harga sangat diperlukan agar para pelaku usaha kecil tetap dapat menjalankan roda produksinya dengan tenang.

    Bagi pelaku usaha seperti Reno, persoalan yang dihadapi saat ini bukan sekadar mengenai upaya mencari keuntungan yang lebih besar. Mereka lebih berfokus pada upaya mempertahankan pelanggan, menjaga kualitas produk, serta memastikan keberlangsungan usaha dan nasib para pekerja tetap terjaga di tengah tekanan biaya produksi yang terus merangkak naik.

    Follow wartadermayu.comAdd to preferred sources on Google
    Editors Team
    Arya Danuarta

    Most viewed