Donald Trump Konfirmasi Serangan Terbatas AS ke Sistem Pertahanan Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa militer negaranya baru saja melakukan serangan terbatas terhadap Iran pada Jumat waktu setempat. Operasi tersebut secara spesifik menargetkan salah satu komponen sistem pertahanan udara milik Teheran.
Laporan dari media pemerintah Iran, IRNA, menyebutkan bahwa dua buah rudal telah menghantam kawasan Pulau Qeshm yang terletak di wilayah selatan negara tersebut. Sejumlah warga setempat di kawasan Suza mengaku sempat mendengar suara pesawat terbang melintas sesaat sebelum ledakan terjadi.
Klaim Trump Terkait Operasi Militer
Saat dimintai keterangan oleh awak media mengenai insiden tersebut, Trump mengkategorikan operasi militer itu sebagai tindakan yang berskala kecil. Ia menekankan bahwa serangan itu sangat efektif dalam melumpuhkan infrastruktur pertahanan lawan.
"Mereka melumpuhkan--mereka baru saja membangun sedikit sistem antipesawat, dan kami menghancurkannya dalam waktu sekitar 15 menit, mungkin lima menit," ujar Trump kepada wartawan dikutip dari laman Times of Israel, Sabtu (7/11/2026).
Kondisi Pertahanan Iran
Meski Trump tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai target spesifik serangan tersebut, sejumlah pejabat AS sebelumnya sempat menyatakan bahwa sebagian besar sistem pertahanan udara Iran telah mengalami kerusakan parah akibat serangan Israel pada Juni 2025 serta tahap awal konflik yang sedang berlangsung.
Para pejabat AS memperkirakan bahwa Iran kini sedang berupaya untuk membangun kembali serta memperkuat infrastruktur militer mereka secara bertahap. Salah satu upaya yang dilakukan Iran adalah menjalin negosiasi dengan Rusia untuk pengadaan sistem pertahanan udara S-400, sebagaimana dilaporkan oleh The Telegraph pada Jumat.
Sistem rudal darat-ke-udara jarak menengah tersebut dikenal memiliki catatan keberhasilan yang signifikan dalam menjatuhkan pesawat tempur maupun drone selama berlangsungnya perang Rusia-Ukraina. Pihak Iran pun menyatakan optimisme bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan menyetujui kesepakatan penjualan senjata tersebut.
Pejabat Iran mengungkapkan bahwa Mohsen Rezaei telah membawa pesan khusus dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, saat melakukan pertemuan dengan Putin di Kremlin pekan lalu. Salah satu poin utama dalam pesan tersebut adalah permohonan agar Rusia bersedia memasok persenjataan kepada Iran.
Klaim Kekuatan Militer Iran
Menanggapi peristiwa penyerangan di Pulau Qeshm, juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, melontarkan klaim bahwa kekuatan militer negaranya saat ini jauh lebih kuat dan memiliki kepercayaan diri yang lebih besar dibandingkan saat awal konflik pecah.
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan bahwa pernyataan tersebut disampaikan oleh Akraminia pada Sabtu. Meski menghadapi tekanan serangan, militer Iran tetap bersikeras bahwa posisi pertahanan mereka tetap solid di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat di kawasan tersebut.

















